Malam itu,
Amarah langit membuncah padah
Memuncratkan hujan, petir, kilau kilat
Menyambar-nyambar, sekelebat menyisir gelap
Meledak, pukang petir memekakkan
Di bungkus dingin, tubuh tetap bengah
Meriung, merapat, mulut bisu tergagap
Gelagap takut, lintang pukang petir kali kedua
Halaqah menyeruak
Sedikit tebaran senyum malam itu
Rentetan suara Tuhan tak selesai
Terus menyisir sudut-sudut
Malam itu,
Aku teringat mati, kegelapan, deru mesiu
Seolah langit terbelah tujuh
Sekelebatan kilat berkilau
Malam itu,
Dunia seperti akan tamat
Malam itu.
Seolah matiku sudah dekat
Depok, 12 Juli 2009