Rabu, 11 November 2009

Kilau Kilat-Nya

Malam itu,
Amarah langit membuncah padah
Memuncratkan hujan, petir, kilau kilat

Menyambar-nyambar, sekelebat menyisir gelap
Meledak, pukang petir memekakkan
Di bungkus dingin, tubuh tetap bengah

Meriung, merapat, mulut bisu tergagap
Gelagap takut, lintang pukang petir kali kedua
Halaqah menyeruak

Sedikit tebaran senyum malam itu
Rentetan suara Tuhan tak selesai
Terus menyisir sudut-sudut

Malam itu,
Aku teringat mati, kegelapan, deru mesiu
Seolah langit terbelah tujuh
Sekelebatan kilat berkilau

Malam itu,
Dunia seperti akan tamat

Malam itu.
Seolah matiku sudah dekat

Depok, 12 Juli 2009