Selasa, 17 Maret 2020

Mencekam Corona

HARI HARI belakangan ini dihiasi pemberitaan soal virus corona atau Covid-19. Tepatnya, virus Wuhan. Virus ini memang berasal dari ibukota Provinsi Hubei ini, Cina sana. WHO telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi.

Menurut catatan sebagaimana diberitakan South China Morning Post (SCMP), kasus pertama penyebaran virus corona Covid-19 muncul pada 17 November 2019 di Cina.

Wawancara dengan whistle-blower dari komunitas medis menunjukkan bahwa dokter di China baru menyadari mereka sedang menghadapi penyakit baru pada akhir Desember 2019.

Para ilmuwan telah mencoba untuk memetakan pola penularan awal Covid-19 sejak epidemi dilaporkan di kota Wuhan di Cina tengah pada Januari 2020, dua bulan sebelum wabah.

Sementara menurut situs laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di China adalah pada 8 Desember 2019.

Namun, WHO tidak melacak penyakit itu sendiri, tetapi bergantung pada negara-negara untuk memberikan informasi tersebut.

Indonesia kini sudah masuk dalam daftar negara terpapar Virus Corona. Sejauh ini tercatat ada 26 negara Asia di luar China Daratan yang dilaporkan sudah terpapar COVID-19.

Kendati pemerintah pusat belum memberlakukan darurat nasional hingga catatan ini saya naikkan, namun langkah cepat dilakukan oleh sejumlah provinsi dan pemerintah kota, untuk mengantisipasi meluasnya virus ini.

Jakarta yang paling gesit. Sang Gubernur, Anies Baswedan, sejal awal sudah memberikan keterangan bahwa endemik ini bukan masalah sepele. Jangan anggap enteng, katanya. Dia pun menempuh berbagai langkah.

Terakhir dia melarang adanya acara yang melibatkan massa dalam jumlah banyak. Sekolah sekolah diliburkan. Tempat hiburan dan wisata ditutup sementara.

Bagaimana pun, kondisi yang ada memang cukup mencekam. Ada rasa khawatir. Wajar sih. Nyatanya, korban jatuh sakit memang banyak. Ada yang sembuh. Tapi tak sedikit yang akhirnya meninggal.

Saya yang baru datang dari Malang pun merasakan kecemaasan itu. Tapi saya berusaha tak ikutan cemas.

Walaupun, orang-orang di kereta ketika perjalanan balik ke Jakarta pada ngomingin virus ini. Pada kesel sama pemerintah, yang, katanya, tak tanggap, dan malah dianggap tak terbuka soal informasi virus ini.

Saya hanya bisa tersenyum. Sambil berdoa, moga-moga wabah ini tak menimpa kita. Selalu saya ngiang bahwa ini adalah kuasa Allah SWT.

Ada sesuatu yang istimewa di balik peristiwa ini yang Maha Kuasa ingin sampaikan. Namun pesan itu belum kita tangkap. Suatu saat pesan itu akan kita ketahui.

Sebenarnya, sudah banyak sekali seliweran hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa ini.

Tinggal kita saja, pakai mata atau tidak. Mau membuka hati atau tidak. Mau berkaca atau tidak. Di situ poinnya.